Benda Jadul Yang Terancam Tersingkirkan

 
Peralihan dari benda analog ke digital dan dari peralatan kabel ke nirkabel ini memang sangat membantu setiap orang di segala bidang. Tidak sedikit barang-barang yang dulunya sangat populer dan terasa mewah, sekarang sudah mulai ditinggalkan karena perubahan zaman. Begitu pula 10 benda penuh kenangan yang terancam punah ini.

1. Radio Analog

Stasiun radio memang masih banyak. Namun, mesin radio analog sudah sangat susah untuk ditemukan. Padahal, remaja zaman dulu punya kegemaran menantikan lagu-lagu favoritnya diputar melalui radio. Sekarang, hampir semua pendengar radio mendengarkan siaran dari channel langganannya melalui radio canggih di mobil dan handphone, atau live streaming di internet. Ukurannya yang minimalis, membuatnya lebih praktis dan gampang dibawa-bawa.

2. Peta/Atlas

Pada zaman dulu, seseorang yang berkunjung ke sebuah wilayah baru harus menggunakan peta atau atlas untuk menemukan lokasi yang dicarinya. Begitu pula saat mencari sebuah alamat, maka dibukalah peta daerah tersebut. Namun, kini kedua alat itu pun sudah mulai ditinggalkan, sejak munculnya peta digital yang bisa diakses pada telepon genggam. Bahkan, nama peta atau atlas juga sudah jarang didengar, karena kini lebih mengenal Google Maps.

3. Telepon Kabel

Mereka yang hidup di zaman ketika telepon kabel tengah berjaya, pasti pernah merasakan sensasi menelepon pacar melalui telepon umum. Ketika itu, memiliki satu nomor telepon di satu rumah pun sudah termasuk hebat, meski satu nomor telepon itu jadi milik bersama. Namun kini, setiap orang sudah bisa memiliki nomor telepon yang berbeda-beda, ketika era telepon genggam datang. Telepon kabel mulai terlupakan sebagai alat komunikasi pribadi.

4. Kaset dan CD

Ketika dulu penggunaan internet masih terbatas, kaset yang sebelumnya sudah berkembang menjadi primadona bagi para pecinta musik. Kemudian, muncul pula teknologi CD yang lebih efisien dibandingkan kaset. Kini, kedua benda itu pun mulai ditinggalkan, sejak musik digital lahir di era perkembangan internet saat ini. Semua orang sudah bisa mendapatkan musik-musik favoritnya dalam bentuk digital, dan langsung diputar pada perangkat nirkabelnya.

5. Perangko

Benda penuh kenangan lainnya yang juga terancam punah adalah perangko. Kemunculan teknologi surat elektronik (e-mail) dan perkembangan jasa kurir cepat, membuat budaya mengirim surat dengan pos mulai terpinggirkan. Alhasil, secara tidak langsung, perangko sebagai tanda pengganti biaya kirim surat pun telah dilupakan oleh banyak orang. Meski begitu, masih ada orang-orang yang menjadikannya barang koleksi dengan nilai yang mahal.
 
6. Mesin Fax

Dunia perkantoran memang masih sangat banyak yang menggunakan fax untuk mengirim dokumen, baik yang berupa berkas fisik atau pun gambar. Namun, perlahan-lahan alat ini sudah mulai banyak dipinggirkan, karena e-mail ternyata juga mampu melakukan pekerjaan tersebut. Selain itu, masih ada banyak lagi alat yang bisa memungkinkan siapa saja untuk mengirim berkas atau pun gambar secara instan dan efisien, namun tetap bagus hasilnya.

7. Mesin Tik

Komputer telah menggantikan benda yang satu ini untuk menyelesaikan pekerjaan menulis dengan mesin. Dulunya, mesin tik memang menjadi ‘alat perang’ utama bagi para penulis. Suaranya yang timbul setiap menekan tombol huruf-huruf dan angka-angka pada mesin ini menjadi sebuah irama yang khas. Namun, kini mesin tik sudah dianggap tidak efektif dan tidak praktis. Apalagi, sejak munculnya laptop dan tablet yang ukurannya lebih ergonomis.

8. Kamera Analog
Profesi fotografer zaman dulu memang sangat spesial. Tak semua orang bisa dengan mudah merekam setiap kejadian dengan kamera. Selain dulu memang tak semua orang bisa punya kamera analog, film khusus untuk mereka fotonya pun terbatas. Selain itu, hasil foto yang dijepret juga tidak bisa langsung dilihat sebelum dilakukan proses mencuci film. Namun, kini setelah teknologi kamera digital muncul, kamera analog dan film pun sudah terpinggirkan.
 
9. Mainan Tradisional
Ada banyak sekali jenis permainan tradisional, seperti layangan, kelereng, dan congklak. Tapi kini semua mainan tradisional ini memang tidak lagi diminati oleh anak-anak. Mereka lebih suka memainkan berbagai macam game yang bisa diunduh dengan mudah di smartphone. Padahal, mainan tradisional ini merupakan salah satu bagian dari kebudayaan Indonesia. Semoga saja masih ada orang yang peduli dan melestarikan mainan-mainan tradisional ini.

10. WalkmanSetelah era tape radio, walkman jadi primadona di kalangan remaja zaman 1990-an. Dengan benda yang bisa dikantongi ini, mereka bisa mendengarkan musik favoritnya di mana saja dan kapan saja. Namun, kini era walkman juga sudah berlalu, ketika beragam teknologi canggih bermunculan. Musik-musik digital seperti mp3 dan mp4 membuat setiap orang bisa mendengarkan lagu kesukaannya dengan sangat mudah, hanya melalui smartphone-nya.


0 komentar:

Posting Komentar