Urutan Menu Berbuka Puasa Yang Benar


Banyak orang yang langsung nafsu menyantap makanan ketika adzanmagrib tiba. Kebanyakan dari kita mungkin akan langsung meraih piring dan mengambil nasi begitu waktunya buka puasa. Namun, langsung makan berat setelah berjam-jam berpuasa hanya akan membuat sistem pencernaan ‘kaget’ bahkan sakit perut.

Nour Zibdeh, ahli gizi asal AS, memberi contoh menu berbuka puasa yang tepat dan sehat kepada Buzzfeed untuk memastikan siapapun yang menjalankan ibadah puasa mendapat nutrisi optimal.

Air putih dan kurma
 
Begitu azan Magrib berkumandang, segera berbuka dengan meminum segelas air putih dan 1-2 butir buah kurma. Zibdeh menyukai kurma medjool yang besar-besar. Gula alami, serat, potasium, dan magnesium dari kurma memberikan energi dalam waktu singkat.

Sup sayuran

 
Sup atau makanan berkuah lain memberi suplai cairan bagi tubuh agar tak dehidrasi, sementara sayuran memberi vitamin dan serat. Zibdeh menyarankan untuk menggunakan kuah dari kaldu tulang yang bergizi dan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Supaya praktis, buat kaldu tulang dalam jumlah besar dan simpan di freezer. Kapanpun ingin digunakan, tinggal dicairkan.

Salat Maghrib
 
Kapasitas perut secara otomatis akan mengecil setelah belasan jam berpuasa, sehingga wajar jika Anda sudah merasa kenyang walau baru makan kurma dan sup. Zibdeh mengingatkan, jangan lantas berhenti makan karena tubuh masih membutuhkan nutrisi. Lanjutkan dengan salat Maghrib untuk memberi perut sedikit waktu istirahat.

Salad atau menu lain berbasis sayuran
 
Kebutuhan akan vitamin, mineral, dan serat tetap wajib terpenuhi. Usahakan untuk mendahulukan makan salad atau menu sayuran seperti brokoli, bayam, sawi, kale, dan sebagainya sebelum ke menu utama.

Menu utama, terdiri dari (sebagian besar) protein dan sayuran serta (sebagian kecil) nasi
Anda tetap perlu memakan karbohidrat seperti nasi, namun seimbangkan dengan protein, lemak sehat, dan serat. Zibdeh menyarankan, nasi maksimal 1/2 cangkir saja, perbanyak protein dan sayurannya.

Salat Isya dan Tarawih

Setelah selesai makan, biasanya waktu sudah menunjukkan Isya. Gunakan waktu salat Tarawih yang cukup panjang untuk membiarkan perut mencerna makanan.

Camilan sehat
 
Satu-dua jam sebelum tidur, kembali isi perut dengan makanan ringan yang penuh serat, protein, dan gula alami, seperti granola dengan sedikit almond milk atau kacang-kacangan dengan buah kering. Jangan lupa untuk selalu minum air putih di tiap tahap makan agar tubuh senantiasa terhidrasi.

0 komentar:

Posting Komentar