Raja Garuda Mas Membekali Petani Kelapa Sawit Dengan Alternatif Penghasilan

Omcau - Keberadaan dari Royal Golden Eagle atau RGE memang senantiasa memberikan banyak manfaat bagi berbagai pihak di sekitarnya. Hal ini karena mereka menjalankan filosofi bisnisnya secara nyata dalam operasional harian oleh perusahaan. RGE sendiri berdiri sejak tanggal 13 Maret 1973 dengan nama Raja Garuda Mas yang kemudian dikenal menjadi suatu korporasi kelas internasional yang menjalankan suatu bisnis dalam bidang pemanfaatan sumber daya.  

RGE sendiri awalnya terjun dalam bidang produksi kelapa sawit akan tetapi kemudian dengan seiring berjalannya waktu industri yang ditekuninya berubah dan kini semakin variatif saja. Salah satunya berdirinya Asian Agri yang sudah mendukung petani kelapa sawit mengembangkan produktivitasnya sejak 30 tahun yang lalu.


Bentuk Dukungan Royal Golden Eagle Terhadap Petani Kelapa Sawit  

Sebagai sebuah perusahaan yang ingin menggandeng masyarakat untuk menuju perubahan, Asian Agri tak pernah ragu menjalin kerja sama dengan para petani swadaya. Bahkan sampai saat ini hubungan yang saling menguntungkan sudah berkembang dan semakin lama tentu semakin menguat. 

Pada petani swadaya bentuk kepedulian RGE adalah dilakukan dengan tindakan kemitraan. RGE bertindak sebagai mitra yang akan memberikan usaha pendampingan kepada para petani swadaya. Mereka memberikan bibit kelapa sawit dengan kualitas terbaik untuk para petani swadaya. Kemudian Royal Golden Eagle melengkapinya dengan upaya pendampingan pengelolaan kebun yang baik. RGE juga akhirnya berusaha mengerahkan tim riset dan pengembangan terbaiknya untuk melakukan pendampingan kepada para petani swadaya. memang unit bisnis Royal Golden Eagle sepertinya masih belum puas karena mereka juga masih memiliki keinginan untuk semakin memperluas cakupan kemitraan dengan para petani baik itu dengan para petani plasma atau dengan para petani swadaya. Kini luas lahan kemitraan dari Asian Agri dengan petani swadaya setempat sudah mencapai 60 ribu hektar. Akan tetapi sepertinya anak perusahaan Asian Agri tersebut akan menargetkan jumlahnya mengalami peningkatan sampai dengan menjadi 100 ribu hektar sampai tahun 2020 nanti.  

Semua ini memang dilakukan selain menjadi alasan dalam rangka peningkatan untuk produktivitas bagi usaha, Asian Agri juga menginginkan kesejahteraan petani meningkat dengan alternatif penghasilan yang semakin baik dari tahun ke tahunnya. Dan kini program kemitraan mereka dengan para petani juga sudah jauh lebih baik dengan dua sistem yaitu petani plasma dan petani swadaya yang tentu memberikan hubungan timbal balik terbaik untuk kedua belah pihak.  

Tujuan dari kerjasama kemitraan yang dibentuk oleh Asian Agri dengan petani plasma dan petani swadaya adalah untuk memberikan keuntungan kepada dua belah pihak dalam hal ini untuk perusahaan serta untuk para petani. Tentu saja untuk mewujudkan semua hal tersebut Asian Agri berusaha memberikan peningkatan produktivitas yang turut mendongkrak pendapatan para petani.  

Kini petani swadaya sudah bisa mendapatkan penghasilan sampai dengan 1,9 juta bahkan lebih per hektar dalam kurun waktu yang sama. Peningkatan alternatif penghasilan yang sudah didapatkan ini tentu tidak terlepas juga dari kenaikan harga jual tandan buah segar yang diberikan. Dulunya sebelum adanya proses kemitraan petani hanya mendapatkan harga 1.060 per kilogram akan tetapi kini berkat kerjasama yang dilakukan dengan Asian Agri dibawah naungan RGE, petani sudah bisa mendapatkan harga 1.378 per kilogram. Sangat diharapkan banyak pihak bahwa kerjasama ini akan berjalan lama dan dalam jangka waktu yang panjang.

0 komentar:

Posting Komentar